PELITA ACEH.co.id | Jakarta, 5 Maret 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar audiensi dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Kantor Pusat Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antarinstansi agar informasi peringatan dini bencana geo-hidrometeorologi tersampaikan cepat dan menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, yang didampingi Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama mengungkapkan bahwa BMKG berperan dalam monitoring, analisis, dan diseminasi informasi cuaca ekstrem, iklim ekstrem, gempa bumi, tsunami, serta gelombang tinggi.
Efektivitas penyampaian informasi ini bergantung pada koordinasi dengan BNPB, Kementerian Komunikasi dan Digital, TNI/Polri, BPBD, serta media massa sebagai penghubung ke masyarakat.
Pentingnya penguatan infrastruktur telekomunikasi bagi BMKG, tentunya untuk mempercepat dan memperluas jangkauan informasi peringatan dini. Berbekal alat operasional utama yang berada dibawah naungan unit pelaksana teknis (UPT) BMKG tersebar di seluruh Nusantara, diperlukan jaringan komunikasi andal guna memastikan informasi krusial tersampaikan tanpa hambatan.
“Dalam menghadapi bencana, kecepatan penyampaian informasi sangat menentukan keselamatan jiwa. Sistem komunikasi yang responsif dan terintegrasi menjadi kunci agar masyarakat menerima informasi peringatan dini dengan cepat dan akurat,” ujar Dwikorita.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kemkomdigi selama ini dalam memperkuat sistem komunikasi kebencanaan.
“Kami menyambut baik upaya perluasan infrastruktur komunikasi, termasuk peningkatan jaringan seluler di daerah 3T. Dengan langkah ini, masyarakat di wilayah rawan bencana dapat menerima informasi kebencanaan lebih cepat dan akurat,” tambahnya.
Penyebaran informasi melalui media digital secara optimal, seperti SMS Blast dan tayangan televisi, menurut BMKG dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan media dinilai penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Menteri Komunikasi dan Digital mendukung inisiatif BMKG dan menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung layanan publik yang lebih tanggap bencana.
Pemerintah akan mengoptimalkan infrastruktur komunikasi dan koordinasi lintas sektor guna memastikan informasi peringatan dini dapat diterima secara efektif.
Dengan sinergi yang semakin erat antara BMKG dan Kementerian Komunikasi dan Digital, sistem peringatan dini bencana di Indonesia diharapkan semakin tangguh.
Langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana geo-hidrometeorologi.